Senin, 23 Januari 2012

Sebuah cerita dari sesosok anak manusia yang sedang berusaha mengubah dunia dengan jalannya sendiri


Sebuah cerita dari sesosok anak manusia yang sedang berusaha mengubah dunia dengan jalannya sendiri. Mencoba melawan ganasnya hidup dan angkuhnya dunia dengan dua tangan kecilnya yang kan selalu mengepal. Tak sedikitpun dia melepaskan kepalannya. Karena kelengahan sedikit saja dapat menggoyahkan langkahnya yang semakin rapuh setiap harinya. Dia, anak manusia itu, tak pernah berhenti untuk mencapai mimpinya. Dan dia, masih tetap anak manusia yang  tak akan pernah menyerah pada kenyataan yang kini menghimpitnya. Karena hanya dengan mimpi yang dia genggam sekarang ini, hidupnya menjadi berarti dan tak hampa.
Rutinitas tiap hari yang mungkin dirasakan bosan oleh manusia pada umumnya, tetap dia lakukan dengan senyuman. Tak pernah senyuman itu pudar dari pipi nya yang tak putih dan tak halus pula. Tapi semua orang pasti tak akan bosan memandang senyuman itu, senyuman yang tulus dari hati yang masih polos. Tak seperti senyuman-senyuman yang saat ini marak terlihat di layar kaca. Seyuman penuh kebohongan dan kemunafikan.
Seiring berjalan nya roda nasib di jalan kehidupan, Dia, anak manusia yang mencoba mengubah hidupnya semakin pintar dalam menyiasati kelicikan dari kehidupan. Memang terlihat terlalu kasar bila kita mengatakan hidup ini mempunyai cara yang licik untuk merobohkan semangat yang murni. Tapi memang yang saat ini terjadi memang begitu, begitu banyak manusia yang akhirnya menyerah pada situasi dan melepaskan semangat murni dan idealis yang dulu pernah mereka punya.
Saat ini, dia tengah tersenyum menikmati perasaan hati yang tak tahu apa artinya itu. Semua terasa indah dan tak bercela. Hidupnya pun terasa lebih berwarna dan seperti dulu yang hanya tampak abu-abu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar