Minggu, 10 April 2011

Sebuah senyuman

Sebuah senyuman sudah cukup untuk meredakan lelahku
Sebuah tawa lepas sudah cukup menghilangkan penatku semalam
Sebuah pengorbanan yang pantas untuk dilakukan
Perjalanan setengah hari berdesakan di lorong sebuah kereta ekonomi terbayar sudah...
Senyum mereka dan sambut hangat mereka yang selalu membukakan pintu kapan pun aku mau pulang telah menghapus raut lelah dalam wajahku
Senyum di wajah-wajah yang sangat kusayangi sangat lah berharga
Dan senyum di raut muka yang tak muda lagi itu yang paling kurindu
Dan maafkan aku anak mu ini yang belum bisa berbuat banyak untuk mu yang telah menjaga ku selama ini
Dan aku berjanji dengan nafasku, aku kan selalu membuat wajah- wajah itu untuk selalu tersenyum

Rabu, 06 April 2011

Dimana para generasi muda bangsa ini

Dimana para generasi muda bangsa ini.
Generasi muda yang masih penuh idealisme
Generasi muda yang masih mempunyai semangat pembaharuan dan perubahan
Lama sudah tak kulihat sosok-sosok itu
Mereka semua telah diasyikan oleh berbagai macam tipuan yang telah diciptakan
Mereka semua telah dipaksa untuk mengikuti sistem yang ada
Sistem yang dengan perlahan mengikis jiwa muda mereka
Ayo para pemuda Indonesia..saatnya kita bangkit
Inilah waktu kita untuk memimpin..dan bukan waktunya kita untuk masih bermain-main
Saatnya para orang tua yang duduk disinggasana kekuasaan kita turunkan
Dan saatnya kita memimpin
Sejarah telah membuktikan bahwa kita lah, para pemuda yang bisa buat perubahan
Mereka yang sudah terlanjur tua tak mau lagi berjuang
Mereka sudah terlanjur menikmati sistem yang ada
Mana Sukarno-Sukarno muda yang berani meneriakkan bull shit Amerika
Mana Sukarno-Sukarno muda yang berani mengganyang Malaysia karna harga diri bangsanya terinjak
Mana Sukarno-Sukarno muda yang berani menciptakan pemikiran baru dan berani menentang tirani imperialisme...
Ayo kinilah saatnya kita pemuda Indonesia bertindak

Selasa, 05 April 2011

Senandung rindu tak bertuan

Senandung rindu tak bertuan inilah yang telah menghiasi cerita hidupku
Membuatnya semakin menarik dan penuh makna
Kepada siapa kah kan kulabuhkan rindu rindu tak bertuan ini
Mungkin salah satunya adalah kepada Penciptaku yang menguasai nafasku
Dimana semua nafas dan kekuatanku adalah karunia dari Nya
Lalu kepada siapa lagi kah akan kulabuhkan rindu rindu yang lain ini
Rindu rindu yang tak betuan, akankah dia menemukan pemiliknya untuk berlabuh
Rindu rindu tak bertuan, sampai kapankah kau akan mencari

Inginku membuat mereka tersenyum

Dibelai angin semilir, jiwaku diajak nya berlari dalam khayal
Kupejamkan mataku sejenak dan berusaha kuhentikan waktu sementara saja
Biar kunikmati semilir angin ini..
Biar kunikmati kesejukan dibalik keringnya suasana

Ditemani sinar pucat sore hari
Dimana seakan mentari tlah lelah tuk bersinar dan ingin dia segera menghilang dan beristirahat
Ditemani kopi hitam kental yang memabukkan dan membuat degup jantungku berdebar kencang
Aku menyendiri di sini mencari makna akan hidupku
Aku menyendiri disini meratapi ketidakmampuan ku merubah nasib-nasib saudaraku 
Dimana mereka harus berjuang dengan darah mereka hanya untuk menyambung tali kehidupan esok hari

Ironi kehidupan terpapar begitu jelas di depanku
Kesenjangan sosial yang begitu nyata menggugah jiwa mudaku yang mudah tersulut
Bukannya aku tak berusaha untuk mengubah semua ini...
Tapi aku telah berusaha sesuai kapasitas dan kewajibanku..dan tak ada perubahan yang cukup berarti
Tapi apakah aku akan lantas menyerah dan berpangku tangan tak berbuat apa-apa
Lebih baik aku berusaha semampuku, walaupun tak membuat perubahan yang besar..tapi paling tidak aku bisa membuat mereka yang kurang beruntung tersenyum sebentar saja..

Ironi Kehidupan

Dibelai angin semilir, jiwaku diajak nya berlari dalam khayal
Kupejamkan mataku sejenak dan berusaha kuhentikan waktu sementara saja
Biar kunikmati semilir angin ini..
Biar kunikmati kesejukan dibalik keringnya suasana

Ditemani sinar pucat sore hari
Dimana seakan mentari tlah lelah tuk bersinar dan ingin dia segera menghilang dan beristirahat
Ditemani kopi hitam kental yang memabukkan dan membuat degup jantungku berdebar kencang
Aku menyendiri di sini mencari makna akan hidupku
Aku menyendiri disini meratapi ketidakmampuan ku merubah nasib-nasib saudaraku 
Dimana mereka harus berjuang dengan darah mereka hanya untuk menyambung tali kehidupan esok hari

Ironi kehidupan terpapar begitu jelas di depanku
Kesenjangan sosial yang begitu nyata menggugah jiwa mudaku yang mudah tersulut
Bukannya aku tak berusaha untuk mengubah semua ini...
Tapi aku telah berusaha sesuai kapasitas dan kewajibanku..dan tak ada perubahan yang cukup berarti
Tapi apakah aku akan lantas menyerah dan berpangku tangan tak berbuat apa-apa
Lebih baik aku berusaha semampuku, walaupun tak membuat perubahan yang besar..tapi paling tidak aku bisa membuat mereka yang kurang beruntung tersenyum sebentar saja..
Bukan lah hasil dari tindakan kita tapi proses lah yang lebih penting dan bermakna

Sebatang lidi yang berusaha mengubah dunia

Sebuah cerita tentang sebatang lidi yang berusaha mengubah dunia. Tak takut patah dia terus berusaha memebersihkan sampah yang ada didepannya. Dia pilih dengan cermat dan teliti sampah mana yang bisa dia bersihkan. Bukan dia tak mau menyelesaikan semuanya, bukan dia juga seorang pemilih...tapi dia harus dengan cermat menentukan sampah mana yang bisa dia bersihkan dan mana yang kan buat dia patah dan berhenti. Karena sekali dia terpatahkan tak kan bisa lagi dia membersihkan sampah kehidupan ini. Dan hanya dia lah yang tersisa dan mau bersusah payah membersihkan sampah-sampah kehidupan. Marilah kawan kita menjadi sebatang lidi itu...jangan takutkan apapun Kawan