Apakah aku terlalu lancang bila ku
mengajukan diriku ini tuk menjadi kekasih Mu. Apakah aku ini dan siapakah aku
ini hingga ku pantas tuk menjadi kekasih Mu. Tapi Engkaulah Yang Maha Pengasih
dan Engkaulah Maha Penyayang. Kasih sayang mu kan selalu tercurah dalam setiap
kehidupan mahluk Mu. Setiap rupa dan bentuk di dunia ini adalah wujud dari
kasih sayang dan kuasa Mu. Dan aku rasa Kau akan menerimaku kembali setelah
sekian lama aku hanyut dalam permainan kehidupan dunia ini. Dunia seakan terus
menggodaku dengan berbagai macam permainan yang mengusik rasa dan hasrat ku.
Aku adalah manusia biasa bukan manusia Tuhan yang seperti disebutkan Rumi di
syairnya. Setiap jengkal langkah hidupku
kan selalu di intai oleh mahluk yang telah Kau usir dari surga bersama Adam dan
Hawa.
Aku ingin selalu berada di samping
Mu. Kesejukan dan ketenangan yang kurasa saat berjumpa dengan diri Mu dalam
imajiku bersama doa doa ku tak kan ada yang mampu mengalahkannya. Aku seakan
merasa dimabukkan oleh itu semua dan membuatku ingin lebih dan aku pun jatuh
dalam ketergantunganku akan diriMu. Engakaulah yang Maha Kuat tempatku untuk
menggantungkan semua hidupku. Engkaulah pemegang hembusan nafasku. Engkaulah
pemilik aliran darah ku dan denyut nadiku. Aku adalah mahluk yang lemah tak
berdaya tapi terkadang merasa berkuasa. Itulah pengaruh bisikan mahluk terkutuk
Mu yang selalu mengintaiku. Dia akan selalu tertawa saat aku terjatuh dalam
tipuan rayuannya.
Semua kehidupan dan hasil yang
kuperoleh adalah karena kehendak Mu dan itulah yang terbaik untuk Ku. Kau tlah
mengatur semuanya sedemikian rupa tanpa cela karena Engkaulah yang Maha
Sempurna. Tapi semuanya itu juga dipengaruhi oleh apa yang kuperbuat dan
kuusahakan karena Kau tak merubah diriku bila tanpa usahaku. Takdir yang kau
tuliskan dalam hidupku seperti batang pohon yang bercabang. Setiap ranting yang
ada kan membawa ke suatu hal yang sudah pasti dan sudah kau tentukan. Dan
tinggal aku sendiri memilih ranting mana yang kan kujalani.
Begitu banyak nikmat yang tlah ku
lupakan dan tak kusadari. Mata, telinga, hidung, tangan , kaki dan semua
anggota tubuh ku inilah adalah nikmat dan kemurahan Mu. Tapi apakah balasan ku
terhadap semua kenikmatan Mu itu…Aaahh…aku pun malu tuk mengatakannya. Seakan
air mata ini tak kan cukup menangisi nya. Begitu banyak dosa yang tlah
kulakukan.
Aku ingin menjadi kekasih Mu,
kekasih ku. Dan akan kulakukan dengan semua nafas dan darah ku untuk
mewujudkannya