Sabtu, 21 Juli 2012

Pahit Memang


Hidup manusia kan selalu berputar dinamis seperti hal nya siang dan malam yang kan terus saling menggantikan. Ada pada saatnya hidup ini terasa cerah dan bahagia seperti halnya waktu siang yang berawan, menyejukkan langkah kaki manusia. Semua terasa menyenangkan tak ada kepahitan yang terasa. Senyuman kan selalu tersungging di kedua pipi nya. Tapi ada saatnya pula, tiba-tiba cengkeraman malam menghampirinya. Membuat semuanya sirna, tak terlihat dan tak berbekas. Semua terlihat hitam, kelam tak ada menariknya. Bulan pun enggan muncul dan bintang pun malas tuk bersinar. Kenestapaan lah yang terasa dalam setiap hembusan nafasnya. Seperti itulah hidupku saat ini. Sempat kurasakan nafas surga menghampiri ku, tetapi dengan sekejap nafas itu berubah menjadi hawa panas dari neraka dan membakar semua kebahagiaan yang sempat kurasa. Aku terhuyung lemas dan berjalan dengan tertatih dengan hati yang luka, dengan angan yang terkoyak. Aku hanya bisa menangis dalam diamku, semua kucurahkan hanya pada Mu Ya..Allah. Aku bersimpuh pada Mu, meminta belas kasih sayang Mu. Janganlah kau berikan hamba cobaan yang dapat menghancurkan hamba. Saat ini hamba merasa kan rapuh dalam tekad ku. Asa yang selama ini kusimpan terasa menguap dan lenyap. Akan tetapi aku yakin, Engkau Ya..Allah pasti memberikan yang terbaik untuk hamba Mu ini.
Kulangkahkan kaki ku kembali dengan mantab setelah aku bersimpuh dan menangis di sujud sembah ku. Tak lama kemudian datang kembali nafas surga yang begitu dan lebih menyejukkan. Kugantungkan kembali asa ku di langit-langit hidupku. Akan tetapi, cobaan menerpaku kembali. Mungkin karna keangkuhan dan ketakaburan ku, yang merasa aku begitu lebih dan baik daripada yang  lain. Aku sadar Ya..Allah, hamba hanya mahluk ciptaan Mu yang lemah. Semua yang kucapai saat ini hanyalah karena kemurahan Mu saja. Dan kembali lagi aku bersimpuh dan menangis dalam sujud ku. Memohon belas kasih sayang Mu kembali setelah kesombongan itu merasuki ku dan menghancurkan ku.
Hikmah kan selalu ada dalam setiap kejadian yang dialami oleh manusia. Seburuk apapun yang kita alami pasti lah ada hikmah yang dapat kita pelajari. Sepahit apa pun yang terjadi, pasti ada sesuatu yang manis yang tersembunyi di dalamnya. Aku harus seperti  rumput di depan rumahku. Kan selalu tumbuh walaupun sering dicabut dan di musnahkan. Seperti itulah diriku seharusnya. Kan selalu bangkit dan menjadi lebih baik setelah cobaan dan ujian menghampiri.

Setiap langkah yang ku ayunkan
Setiap nafas yang kuhembuskan
Dan setiap detak dalam jantungku
Adalah milikmu Ya..Allah

Semua itu ada karena belas kasih sayang Mu semata
Tanpa itu, tak kan ada apa-apa di dunia
Begitu pula dalam diriku
Semua karena kemurahan Mu
Begitu pahit yang kualami kini
Seperti terhantam telak dan tersungkur dalam keputus asaan
Dan aku termenung dalam sujud ku
Apakah kesalahan yang telah ku perbuat hingga kau memberikan cobaan ini

Lelah langkah ku menjalaninya
Begitu berliku dan seperti tak berujung jalan di depan ku
Tapi kan kutatap dengan mantab
Dan kan kujalani dengan hati yang bersahaja meminta pertolongan Mu

Tangisku membahana dalam jiwaku
Setiap nafas begitu menyesakkan
Seperti gelas yang dijatuhkan
Dan pecah berkeping keping

Sabtu, 07 Juli 2012

Oooo...negaraku

Seorang manusia hanyalah sosok pemain dalam kehidupan ini. Dia tidak bisa menentukan hidupnya sendiri tanpa kehendak Yang Kuasa. Yang dia bisa hanyalah berusaha dan terus berusaha serta diiringi doa. Tapi saat ini, begitu banyak manusia yang sombong akan kelemahan nya itu. Begitu banyak yang melupakan akan Dia Yang Diatas, yang mengatur semua urusan manusia. Tak sadarkah mereka, bila Allah tlah berkehendak dan murka maka tak kan ada yang mampu menghalangi atau lari dari Nya. Sebuah realita yang sungguh mengecewakan. Begitulah keadaan yang terjadi dalam dunia ku saat ini. Sebuah takdir memang tak berlaku mutlak untuk kita. Takdir pun masih bisa berubah dengan usaha yang sungguh. Tapi tentu saja dengan kehendak Nya. Begitu kelam sungai yang mengalir dalam hatiku saat ini. Inginku dan angan ku agar Dia jernihkan kembali sungai itu. Sebuah hati manusia dan sebuah batu tak ada bedanya lagi saat ini, semua acuh dan semua sibuk sendiri dengan urusan nya masing-masing. Tak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia saat ini. Yang ada hanyalah kesenjangan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Begitu banyak manusia di negeri ini yang berharta melimpah tapi tak kalah banyak pula bahkan lebih banyak manusia di negeri ini yang hidup nya mengenaskan. Tak bertempat tinggal dan makan pun tak tentu. Di sisi lain tak jauh dari lokasi penyiksaan tersebut, banyak rumah gedong yang tak berpenghuni dimana yang punya tak tahu entah dimana. Mereka hanya beli karena mereka bingung tak tahu lagi uangnya untuk apa bahkan mereka beli hanya untuk status sosial belaka. Di negara ku ini pun tak ada lagi persatuan indonesia. Semua mau mengedepankan tujuan dan kemauan nya sendiri sendiri. Perpecahan pun merebak diseluruh pelosok. Kebenaran tak lagi penting dan dijunjung tinggi. Yang ada hanyalah emosi, uang dan nafsu belaka. Sendi-sendi kehidupan yang serasi selaras dan harmonis mungkin hanya ada di bayanganku saat kecil. Dimana dibangku sekolah selalu dijejalkan dalam pikiran kita bahwa kehidupan di negara ini adalah harmonis, selaras dan seimbang. Begitu banyak kebohongan yang disisipkan dalam pikiran generasi muda pada waktu ku saat itu. Negara ku adalah negara yang kaya , zambrud khatulistiwa dan masyarakat nya ramah tamah. Tapi semua itu hanyalah bualan. Negara ku saat ini memang kaya, kaya akan utang, kaya akan korupsi, kaya akan sandiwara politik, dan tentu saja kaya akan kemiskinan. Negara ku memang pernah disebut zambrud khatulistiwa, tapi itu dulu saat belanda masih bisa minum kopi dan sarapan pagi dengan tenang di batavia. Saat ini zambrud itu telah digunduli menjadi tanah tak bertuan. Warnanya pun tak lagi hijau. Rakyatnya pun tak lagi ramah tamah. Begitu banyak manusia di sini khususnya para penguasa dan manusia yang tak kukenal. Mereka tak bisa disebut ramah tamah tapi lebih tepat disebut marah tamak.
Begitu banyak kejadian yang kita alami dan dapat kita ambil pelajaran darinya. Dimulai dari saat pertama kita tarik nafas ini dan sampai saat terakhir kita hembuskan nafas ini. Seperti hal nya bumi dan alam semesta ini, kehidupan manusia pun mempunyai rotasi dan revolusi nya sendiri dimana akan membentuk suatu pola khusus yang mengagumkan. Sinkronisasi dan harmonisasi dari berbagai macam nada kehidupan akan berbaur menjadi satu dan bersinergi menjadi suatu yang menguatkan dan mengagumkan. Akan kah hal itu terjadi pada negaraku… Ooo..negaraku…negaraku…hanya panggilan itu yang bisa kulakukan saat ini dan aku harap kau pun bangun dari mimpi indahmu..ooo..negaraku.

Senin, 02 Juli 2012

Satukanlah langkah


Bersama kita satukan irama langkah kita tuk merajut bersama masa depan kita
Telah begitu banyak yang kita lalui bersama
Kita habiskan waktu dan kita susun cerita kita dari potongan potongan kata yang tlah kita alami
Memang berjalan bersama itu lebih menyusahkan dari pada berjalan sendiri
Begitu banyak harus kita satu dan padukan untuk itu
Hal yang kecil pun dapat menghambat laju kisah kita
Ayunan langkah yang berbeda beda dari tiap orang kan menentukan semuanya
Ada langkah yang terlalu cepat dan adapula yang terlalu lambat untuk di ikuti
Bila itu semua dibiarkan tanpa ada penyesuaian saat ini maka kan terlalu jauh untuk disatukan kembali nanti.
Pengertian lah yang harus kita bangun dan buanglah semua ego kita karena pastilah tak ada satu pun diantara kita yang ingin hancur
Pastilah setiap diri kita menginginkan kemajuan dan kesuksesan
Saat inilah, mulai kurasakan harmoni langkah kita mulai tergoyahkan
Aku tak tahu langkah siapa kah yang terlalu cepat atau pun siapa yang terlalu lambat
Intropeksi sajalah….itulah kunci saat ini
Tanpa harus berkata sebaiknya kita tahu apa yang harus dilakukan
Sesuatu yang telah kita memiliki memang terkadang terasa tak berharga
Sesuatu yang telah berada didalam saku baju kita terkadang kita lupakan
Hingga kita telah kehilangan dan akhirnya menyadarinya
Dan aku tak mau semua itu terjadi pada diri kita