Hidup manusia kan selalu berputar
dinamis seperti hal nya siang dan malam yang kan terus saling menggantikan. Ada
pada saatnya hidup ini terasa cerah dan bahagia seperti halnya waktu siang yang
berawan, menyejukkan langkah kaki manusia. Semua terasa menyenangkan tak ada
kepahitan yang terasa. Senyuman kan selalu tersungging di kedua pipi nya. Tapi
ada saatnya pula, tiba-tiba cengkeraman malam menghampirinya. Membuat semuanya
sirna, tak terlihat dan tak berbekas. Semua terlihat hitam, kelam tak ada menariknya.
Bulan pun enggan muncul dan bintang pun malas tuk bersinar. Kenestapaan lah
yang terasa dalam setiap hembusan nafasnya. Seperti itulah hidupku saat ini.
Sempat kurasakan nafas surga menghampiri ku, tetapi dengan sekejap nafas itu
berubah menjadi hawa panas dari neraka dan membakar semua kebahagiaan yang
sempat kurasa. Aku terhuyung lemas dan berjalan dengan tertatih dengan hati
yang luka, dengan angan yang terkoyak. Aku hanya bisa menangis dalam diamku,
semua kucurahkan hanya pada Mu Ya..Allah. Aku bersimpuh pada Mu, meminta belas
kasih sayang Mu. Janganlah kau berikan hamba cobaan yang dapat menghancurkan
hamba. Saat ini hamba merasa kan rapuh dalam tekad ku. Asa yang selama ini
kusimpan terasa menguap dan lenyap. Akan tetapi aku yakin, Engkau Ya..Allah
pasti memberikan yang terbaik untuk hamba Mu ini.
Kulangkahkan kaki ku kembali dengan
mantab setelah aku bersimpuh dan menangis di sujud sembah ku. Tak lama kemudian
datang kembali nafas surga yang begitu dan lebih menyejukkan. Kugantungkan
kembali asa ku di langit-langit hidupku. Akan tetapi, cobaan menerpaku kembali.
Mungkin karna keangkuhan dan ketakaburan ku, yang merasa aku begitu lebih dan
baik daripada yang lain. Aku sadar
Ya..Allah, hamba hanya mahluk ciptaan Mu yang lemah. Semua yang kucapai saat
ini hanyalah karena kemurahan Mu saja. Dan kembali lagi aku bersimpuh dan
menangis dalam sujud ku. Memohon belas kasih sayang Mu kembali setelah
kesombongan itu merasuki ku dan menghancurkan ku.
Hikmah kan selalu ada dalam setiap
kejadian yang dialami oleh manusia. Seburuk apapun yang kita alami pasti lah
ada hikmah yang dapat kita pelajari. Sepahit apa pun yang terjadi, pasti ada
sesuatu yang manis yang tersembunyi di dalamnya. Aku harus seperti rumput di depan rumahku. Kan selalu tumbuh
walaupun sering dicabut dan di musnahkan. Seperti itulah diriku seharusnya. Kan
selalu bangkit dan menjadi lebih baik setelah cobaan dan ujian menghampiri.
Setiap langkah yang ku ayunkan
Setiap nafas yang kuhembuskan
Dan setiap detak dalam jantungku
Adalah milikmu Ya..Allah
Semua itu ada karena belas kasih sayang Mu
semata
Tanpa itu, tak kan ada apa-apa di dunia
Begitu pula dalam diriku
Semua karena kemurahan Mu
Begitu pahit yang kualami kini
Seperti terhantam telak dan tersungkur dalam
keputus asaan
Dan aku termenung dalam sujud ku
Apakah kesalahan yang telah ku perbuat hingga
kau memberikan cobaan ini
Lelah langkah ku menjalaninya
Begitu berliku dan seperti tak berujung jalan
di depan ku
Tapi kan kutatap dengan mantab
Dan kan kujalani dengan hati yang bersahaja
meminta pertolongan Mu
Tangisku membahana dalam jiwaku
Setiap nafas begitu menyesakkan
Seperti gelas yang dijatuhkan
Dan pecah berkeping keping