Jumat, 05 Oktober 2012

Untukmu cahaya malam


Harumnya dedaunan yang telah terbasahi air mata sang awan malam ini,
Ingatkan ku akan nafas cintamu yang seakan telah harumkan relung jiwa ini.
Awan gelap pun telah pergi,
Dan yang tersisa kini hanyalah hangatnya sinar matamu.
Tlah lama kunantikan saat seperti ini,
Saat ketika aku mampu tuk menatap kedua matamu dengan hatiku.
Hati yang telah lama menanti
Hati yang telah lama menunggu, menunggu akan ketidakpastian dari dirimu... Duhai pemilik hatiku.

Tapi mungkin itu adalah sebuah mimpi peneman risauku.
Akan kah mimpi itu akan menjadi kenyataan atau kah tetap berada di alam bawah sadarku
Beberapa waktu yang lalu aku sempat berpikir mimpi itu bukanlah sekedar mimpi
Mimpi itu akan menjadi realita hakiki yang terbantahkan dengan berada nya cahaya malamku disisiku
Tapi karena kebodohan dan ketidakmengertian yang terlalu mengakar dalam diri
Realita itu pun kembali kedalam kodratnya, yaitu hanya sebagai mimpi.

Terlalu lancang bila kini aku mengajukan diriku kembali untuk bersanding denganmu
Terlalu lancang bila kini aku masih menampakkan wajahku di depan wajah cantikmu cahaya malam
Dan bila sudah waktunya engkau menjatuhkan pilihanmu..aku pun akan dengan tersenyum menerimanya
Apapun yang kau pilih jika itu yang terbaik untukmu..aku akan mendukungmu walau pun mungkin itu memerlukan darahku untuk mewujudkannya.

Dan seandainya bisa kukorbankan setengah ragaku hanya untuk mendapatkan secercah cahaya hatimu, maka akan kurelakan itu.
Dan...Takkan tersisa debu penyesalan dalam diriku ketika kau mau bukakan hatimu kembali.

Permainan waktu


Ketika keadaan tlah berkata lain
Tak berpihak pada ingin kita
Janganlah kau salahkan padanya
Tentang apa yang tlah terjadi
Dan mungkin yang kan terjadi kelak
Di suatu massa yang tak kan pernah kita ketahui
Kita manusia hanya bisa menebak dan menerka
Tanpa mengetahui apa yang pasti terjadi

Dan janganlah kau mempersalahkan semua atas dirimu
Karna dirimu sendiri pun sebenarnya tak tahu
Tak tahu apa yang sedang terjadi dan telah berlalu
Tak tahu akan permainan kalbu dan waktu
Semua yang kita lihat adalah semu
Kesemuan yang seakan menipu
Dan janganlah terjerembab dalam kesemuan itu