Sebuah cerita dari sesosok anak manusia yang sedang berusaha mengubah
dunia dengan jalannya sendiri. Mencoba melawan ganasnya hidup dan angkuhnya
dunia dengan dua tangan kecilnya yang kan selalu mengepal. Tak sedikitpun dia
melepaskan kepalannya. Karena kelengahan sedikit saja dapat menggoyahkan
langkahnya yang semakin rapuh setiap harinya. Dia, anak manusia itu, tak pernah
berhenti untuk mencapai mimpinya. Dan dia, masih tetap anak manusia yang tak akan pernah menyerah pada kenyataan yang
kini menghimpitnya. Karena hanya dengan mimpi yang dia genggam sekarang ini,
hidupnya menjadi berarti dan tak hampa.
Rutinitas tiap hari yang mungkin dirasakan bosan oleh manusia pada
umumnya, tetap dia lakukan dengan senyuman. Tak pernah senyuman itu pudar dari
pipi nya yang tak putih dan tak halus pula. Tapi semua orang pasti tak akan
bosan memandang senyuman itu, senyuman yang tulus dari hati yang masih polos.
Tak seperti senyuman-senyuman yang saat ini marak terlihat di layar kaca.
Seyuman penuh kebohongan dan kemunafikan.
Seiring berjalan nya roda nasib di jalan kehidupan, Dia, anak manusia
yang mencoba mengubah hidupnya semakin pintar dalam menyiasati kelicikan dari
kehidupan. Memang terlihat terlalu kasar bila kita mengatakan hidup ini
mempunyai cara yang licik untuk merobohkan semangat yang murni. Tapi memang
yang saat ini terjadi memang begitu, begitu banyak manusia yang akhirnya
menyerah pada situasi dan melepaskan semangat murni dan idealis yang dulu
pernah mereka punya.
Saat ini, dia tengah tersenyum menikmati perasaan hati yang tak tahu apa
artinya itu. Semua terasa indah dan tak bercela. Hidupnya pun terasa lebih
berwarna dan seperti dulu yang hanya tampak abu-abu.