Sabtu, 14 November 2015

Ingin ku menari bersamamu

Inginku menari untuk terakhir kalinya bersamamu
Hanya bersamamu dibawah cahaya purnama bulan di sebuah vila di pinggir pantai senggigi
Semua telah kupersiapkan dengan matang
Mulai dari tiket perjalanan, vila, dan detail lain seperti taburan mawar merah di lantai dan rangkaian bunga lili putih kesukaanmu

Inginku menari bersamamu di tepi pantai gili trawangan
Ditemani debur ombak dan semilirnya angin
Semua telah kupersiapkan dengan matang
Terinci dalam sebuah daftar karena aku tahu kamu tidak menyukai hal yang tak terencana

Tapi sayang...aku hanya manusia biasa
Manusia biasa yang tak mampu menguasai apa yang terjadi
Dan kini semua rencana itu pun menjadi sebuah rencana basi
Yang sudah tidak bisa digunakan lagi
Karena waktu tak mungkin berputar kembali

Kamis, 29 Oktober 2015

Akhir dari sebuah cerita

Akhir dari sebuah cerita
Mungkinkah ini akhir dari sebuah ceritaku
Cerita tentang keindahan dan cinta

Akhir dari sebuah cerita
Mungkinkah ini akhir dari sebuah ceritaku
Cerita tentang asa yang tengah kugantung tinggi bersamamu

Akhir dari sebuah cerita
Mungkinkah ini akhir dari sebuah ceritaku
Cerita tentang cinta yang mengisi dan memberiku semangat

Aku pun tak tahu kemana ini semua akan berakhir
Jika beberapa waktu lalu aku masih mampu berdiri
Aku tak yakin sekarang...jika engkau hanya memotong satu kaki ku
Aku masih bisa berdiri dengan satu kaki menopang cerita kita
Jika engkau hanya memotong dua kakiku
Aku masih bisa berdiri dengan dua tanganku layaknya badut sirkus yang beraksi
Jika engkau hanya memotong dua kakiku dan satu tanganku
Aku masih bisa berdiri dengan satu tanganku
Tapi entah kenapa engkau tak berhenti memotong, dan kau potong pula sisa tanganku
Dan akhirnya aku pun tak mampu lagi berdiri

Entah...entah..entah apa yang terjadi diantara kita
Telah kuberikan semua yang kupunya, mungkinkah itu tak cukup utk mu
Entahlah...hanya pasrah dan ikhlas yang aku bisa
Dan entah kenapa..aku masih saja tidak bisa membencimu meskipun engkau telah memotong semuanya
Dan masih saja rasa cinta dan senyummu menghampiriku dan sungguh itu sungguh menyiksa

Aku hanya ingin lepas dari semua trauma ini
Aku ingin kita bersama memulai hidup baru tanpa ada bayang masa lalu
Tapi jika kau tak ingin dan masih saja bermain dengan semua rasa ini
Apa yang bisa kulakukan?
Mungkin yang bisa kulakukan, menjalani hidup yang tersisa dengan dua sayap yang telah terpatahkan

Selasa, 18 Agustus 2015

Untukmu Istriku

Untukmu istriku
Engkau adalah hal terindah dalam hidupku
Engkau mengisi kesempurnaan dihatiku dengan ketidaksempurnaanmu
Dan aku mencintai ketidaksempurnaanmu

Untukmu istriku
Mungkin aku bukanlah suami terhebat di dunia
Mungkin juga aku bukanlah suami tersoleh di dunia

Tapi yang kutahu kebahagiaanmu adalah prioritas bagiku

Untukmu istriku
Engkau adalah rembulan malamku
Dan matahari siangku
Ijinkan aku menggenggam tanganmu dengan lembut dan mendampingi langkahmu dengan sabar dan gembira

Untukmu istriku
Hilangkanlah segala risau dalam hatimu
Hilangkanlah segala sedih dalam wajahmu
Bersandarlah pada pundakmu
Menangislah di dadaku
Karena tubuh ini akan selalu ada untuk mu

Luka

Luka..luka ini yang telah membuka mataku
Membuka mataku akan betapa lemahnya diriku
Membuka mataku akan betapa rapuhnya hatiku
Sekuat apa pun kaki ini bertahan menghujam bumi
Tubuh ini masih saja goyah tertiup badai

Luka...luka ini yang akan membuatku lebih mendekatkan diri kepada Mu, wahai Dzat yang telah memberikan ruh dalam tubuh ini
Membuatku lebih tegar dan sabar
Luka ini menguji kesabaran dan meningkatkan imanku

Sayang...genggamlah tanganku
Rengkuhlah pundakku
Akan kubawa engkau menuju pelangi dan senja kembali
Mari kita lupakan ini semua seperti halaman buku yang telah tertutup
Lembaran putih yang baru ini akan kugubah menjadi cerita cinta indah bersamamu