Melangkah tanpa menolehTanpa terbebani rasa masa laluMasa dimana hanya ada kamu di akuMasa dimana kaca mata kudaku terpasang hanya menatapmuSelamat tinggal masa lalu, dan selamat datang masa depan
Sebuah lirik lagu, lagu terakhir untukmu akan kuberikanSeiring selesainya lirik itu, selesai pula lah semua yang tersisa ini tanpa berbekas.
"Bila ku ingat tentangmuDalam rapuhnya hatikuSemua kenangan yang kiniTerkubur oleh rasa sesakkuDi tengah-tengah kesepian hatikuYang berjuang untuk dapat hidup tanpamuYang tiada lagi mencintaiku
Tuhan tolong tunjukkan bila memang aku yang salahDi saat kau putuskan takdir kami untuk terpisahAgar takkan kuulangi lagi kesalahanku pada dirinya yang duluMembuatnya pergi dariku
Kini kan kuhancurkan mimpikuYang dulu tlah kurangkai untukmuBiarlah kenangan yang jadi buktiBetapa berartinya kau untukku
Ku ciptakan sebuah laguLagu terakhir untukmuLagu yang penuh emosiTentang betapa hancurnya hatikuBila nanti kau dengarkan lagu iniYang ku buat walau tiada ku mengertiAlasannya membuat kau pergi"
Bersama pena dan buku kan kutaklukan dunia
Manusia diciptakan dengan otak untuk berpikir, diciptakan dengan tangan untuk menulis, diciptakan dengan mata untuk membaca... Pergunakan lah sebaik mungkin...
Rabu, 20 Desember 2017
Minggu, 15 Oktober 2017
Kawan
Kawan, apa kabar mu disana disudut relung hati yang telah pecah berkeping seperti pecahan kaca spion ku kemarin yang terhantam aspal
Kawan, apa kabar mu disana didalam segumpal daging yang memar seperti hal nya memarnya tangan ku yang berada diantara spion dan aspal itu
Kawan, aku kira kau baik2 saja kini, karna tak kulihat lagi darah yang mengalir dalam luka yang menganga dalam itu
Tapi entah knp kawan, ak merasakan sesuatu yang berbeda yang tak seperti dulu, mungkin itu adalah tahap penyembuhan diri
Ya...aku mengerti kawan, tak ada luka yang akan sembuh dalam sekejap, tak ada luka yang akan sembuh 100% seperti semula. Tapi biarlah...biarlah semua indah dengan semua bekas luka itu
Tak ada lagi rasa benci yang menusuk seperti belati
Tak ada lagi rasa marah yang berlarian tak terarah
Ak rasa km telah mampu berdamai dengan semua yang telah terjadi kawan
Ak rasa km telah mampu mengambil hikmah dari semua yang terjadi
Kawan...ak mengerti
Ak mengerti km bisa saja menghancurkan semua
Ak mengerti km bisa saja memperkeruh suasana
Ak mengerti km bisa saja membenci sampai mati
Ak mengerti km bisa saja mendoa dengan penuh rasa tersakiti
Tapi km kini memilih jalan yang berbeda, biarlah semua ini selesai tanpa ada yang tersakiti
Kawan...ak senang menemukan sosokmu yang telah hilang
Sosokmu yang mampu merelakannya pergi
Sosokmu yang mampu memaafkan
Sosokmu yang telah berusaha menyusun repihan hati walaupun km sendiri tahu hati itu tak kan sama lagi
Akan ada terbit matahari yang indah setelah senja dan malam yang berselimut badai
Kawan...perpisahan bukanlah berarti kebencian
Perpisahan bukanlah berarti sudah tak ada lagi cinta
Karena perpisahan bisa menjadi tanda keikhlasan rasa kita
Kawan...apa pun yang terjadi, jangan lah sungkan
Jangan lah ragu, ak tetap akan setia untuk berdialog dengan mu
Dan tetaplah melangkah dengan senyum mu dan buatlah disekitarmu tersenyum
Kuatkanlah dan ingatlah semua cita-cita mu kawan
Senin, 26 Juni 2017
Mimpiku hanya sederhana
Mimpiku hanya sederhana
Menjadi tua bersama mu, duduk di beranda rumah melihat bunga lily kesukaan mu
Membelai rambut putihmu yang kan selalu indah buatmu
Melihat keriput kulitmu yang selalu membuatku terspesona
Mimpiku hanya sederhana
Tak perlulah kau menjadi sempurna
Tak perlulah kau menjadi raisa ataupun isyana
Cukuplah kau menjadi perhiasan terbaik yaitu istri yang soleha
Mimpiku hanya sederhana
Menjadi tua bersamamu, melihat anak cucu kita tumbuh seiring usia
Mendengarkan cerita mu yang selalu membuatku tertarik walau banyak yang sebenarnya ak pun tak mengerti
Tapi cukup dengan anggukan dan sedikit senyum, itu sudah cukup agar aku seakan mengerti
Mimpiku hanya sederhana
Sesedarhana air hujan yang akan selalu turun ke bawah
Sesedarhana musim semi yang kan selalu datang setelah musim dingin
Tapi sederhana itu bukan berarti akan selalu terwujud
Dan km pun mungkin menganggap kesederhaaan itu tak berarti
Dan dengan sederhana pula kamu mengambil mimpi yang sederhana itu
Selamat jalan kasih
Selamat jalan bayang semu yang indah
Aku memang masih mencintaimu
Tapi mungkin rasa ini tidak lagi pantas untuk mu wahai cinta
Dan aku yakin kamu suatu saat akan memahaminya
Menjadi tua bersama mu, duduk di beranda rumah melihat bunga lily kesukaan mu
Membelai rambut putihmu yang kan selalu indah buatmu
Melihat keriput kulitmu yang selalu membuatku terspesona
Mimpiku hanya sederhana
Tak perlulah kau menjadi sempurna
Tak perlulah kau menjadi raisa ataupun isyana
Cukuplah kau menjadi perhiasan terbaik yaitu istri yang soleha
Mimpiku hanya sederhana
Menjadi tua bersamamu, melihat anak cucu kita tumbuh seiring usia
Mendengarkan cerita mu yang selalu membuatku tertarik walau banyak yang sebenarnya ak pun tak mengerti
Tapi cukup dengan anggukan dan sedikit senyum, itu sudah cukup agar aku seakan mengerti
Mimpiku hanya sederhana
Sesedarhana air hujan yang akan selalu turun ke bawah
Sesedarhana musim semi yang kan selalu datang setelah musim dingin
Tapi sederhana itu bukan berarti akan selalu terwujud
Dan km pun mungkin menganggap kesederhaaan itu tak berarti
Dan dengan sederhana pula kamu mengambil mimpi yang sederhana itu
Selamat jalan kasih
Selamat jalan bayang semu yang indah
Aku memang masih mencintaimu
Tapi mungkin rasa ini tidak lagi pantas untuk mu wahai cinta
Dan aku yakin kamu suatu saat akan memahaminya
Minggu, 16 April 2017
Dear Rinjani
Dear Rinjani,
Akhirnya aku bisa berjumpa denganmu
Setelah sekian lama aku lari dari kejaran janjiku untuk menemuimu
Setelah sekian lama aku terpalingkan oleh indah cintanya yang semu
Dear Rinjani,
Dari jauhnya puncak tanahmu, dapat kurasakan ketulusan mu
Menopang kakiku yang telah lelah
Menopang badan yang lunglai
Dear Rinjani,
Mungkin dulu aku bertemu denganmu dengan penuh rasa bahagia
Bahagia karena aku telah menjadi sosok yang lebih dewasa
Yang akan melangkah kan kakinya untuk bertarung dengan dunia
Tapi kini aku datang menemuimu dengan hati yang terluka
Mungkinkah kau dapat menyembuhkan luka ini
Maukah kamu menyembuhkannya?
Akhirnya aku bisa berjumpa denganmu
Setelah sekian lama aku lari dari kejaran janjiku untuk menemuimu
Setelah sekian lama aku terpalingkan oleh indah cintanya yang semu
Dear Rinjani,
Dari jauhnya puncak tanahmu, dapat kurasakan ketulusan mu
Menopang kakiku yang telah lelah
Menopang badan yang lunglai
Dear Rinjani,
Mungkin dulu aku bertemu denganmu dengan penuh rasa bahagia
Bahagia karena aku telah menjadi sosok yang lebih dewasa
Yang akan melangkah kan kakinya untuk bertarung dengan dunia
Tapi kini aku datang menemuimu dengan hati yang terluka
Mungkinkah kau dapat menyembuhkan luka ini
Maukah kamu menyembuhkannya?
Kamis, 30 Maret 2017
Akhir dari perjuangan
Akhir dari perjuangan itu tidak selalu manis pada awalnya
Perih, sakit hati, kecewa, itu manusiawi untuk kondisi saat ini
La tahzan..la tahzan
Itu yang kulakukan saat ini
Sedikit kata terakhir dari yang saat ini masih menjadi imam mu
Yang mungkin dalam waktu dekat ini tak kan lagi menjadi imam mu
Untukmu yang telah kuberikan sepenuh hati ini
Ketulusan, kejujuran, dan kepercayaan ku ternyata tak cukup untuk mendapatkan kesetiaanmu
Sebuah lirik lagu kuberikan untukmu, agar kau mengerti dan memikirkan apa yang kau lakukan
Cukuplah kapal kita saja yang karam, jangan kau mengejar dan mengkaramkan kapal yang lain
Karena ada jiwa seorang anak yang tak berdosa yang akan kau renggut demi nafsu kebahagiaan kalian
Itu hanyalah fatamorgana sesaar ilusi dari bisikan iblis
Dan kau tak kan pernah akan mendapat kebahagiaan
Percayalah....
Perih, sakit hati, kecewa, itu manusiawi untuk kondisi saat ini
La tahzan..la tahzan
Itu yang kulakukan saat ini
Sedikit kata terakhir dari yang saat ini masih menjadi imam mu
Yang mungkin dalam waktu dekat ini tak kan lagi menjadi imam mu
Untukmu yang telah kuberikan sepenuh hati ini
Ketulusan, kejujuran, dan kepercayaan ku ternyata tak cukup untuk mendapatkan kesetiaanmu
Sebuah lirik lagu kuberikan untukmu, agar kau mengerti dan memikirkan apa yang kau lakukan
Cukuplah kapal kita saja yang karam, jangan kau mengejar dan mengkaramkan kapal yang lain
Karena ada jiwa seorang anak yang tak berdosa yang akan kau renggut demi nafsu kebahagiaan kalian
Itu hanyalah fatamorgana sesaar ilusi dari bisikan iblis
Dan kau tak kan pernah akan mendapat kebahagiaan
Percayalah....
"Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan"
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan"
Rabu, 26 Oktober 2016
Authum in Vienna, Autumn in Prague
Autumn in Vienna,
Saw the falling leaf touch the bitter land
Falling down without friction
Like the air never exist
Autumn in Prague
Since the day when you walk away from my life
I cant see anymore your shadow
Swallowed by lonely time
And the winter is coming
Bring the frost night
Never sleep well, never
Trust me, you cant handle it if you be me
The time flies like the tiger roar in the dark forest
But the winter still in here
Bring the frost night
Never sleep well, never
Saw the falling leaf touch the bitter land
Falling down without friction
Like the air never exist
Autumn in Prague
Since the day when you walk away from my life
I cant see anymore your shadow
Swallowed by lonely time
And the winter is coming
Bring the frost night
Never sleep well, never
Trust me, you cant handle it if you be me
The time flies like the tiger roar in the dark forest
But the winter still in here
Bring the frost night
Never sleep well, never
Kamis, 26 Mei 2016
Berkemas
Sudah lama aku tersibukkan luka
Luka dalam yang sampai sekarang masih terasa perih
Sudah lama aku tak mampu menulis
Karena hanya ada rasa sakit yang menghilangkan semua kata
Sudah lama aku berteman dengan sepi
Sepi yang menemani ku dengan setia tanpa tanya
Sudah lama aku berteman dengan besi
Besi yang kupakai untuk menutup hatiku agar tak terluka lagi
Tapi ternyata semua itu tak membuat menjadi lebih baik
Luka ini akan sembuh seiring langkah cahaya menuju gelap
Yang kuperlukan hanya merelakannya pergi
Rasa sakit ini pun akan berlalu seiring berlalunya angin muson timur
Yang kuperlukan hanya keteguhan menghadapinya
Dan apakah bijak jika aku menutup hati ini? Karena ketika hati telah tertutup, tak ada lagi yang bisa dilepaskannya termasuk rasa sakit ini.
Yang kubutuhkan hanya keikhlasan menerima semua ini
Tanpa mu mungkin aku akan hampa karena engkaulah separuh jiwa ini
Tanpa mu mungkin hariku tak kan seindah dulu karena engkaulah senja terindah di hati
Tapi aku tak tahu apakah itu realita atau fiksi kiasan hati
Karena yang terjadi saat ini memaksa kita untuk saling menyakiti
Semoga tercipta damai dalam hati
Tercipta tenang dalam jiwa
Tercipta hening dalam pikiran
Dan saatnya kini untuk berkemas, memantabkan langkah kembali meraih semua mimpi dan cita-cita yang telah kusimpan dalam kotak ketika aku memutuskan meminangmu karena saat itulah mimpi dan cita-cita ku adalah bersamamu.
Dan jika engkau masih mau bermain main dengan semua ini
Aku tak akan memaksamu mengikuti ku
Aku hanya bisa mengajakmu dan menunjukkan jalannya
Luka dalam yang sampai sekarang masih terasa perih
Sudah lama aku tak mampu menulis
Karena hanya ada rasa sakit yang menghilangkan semua kata
Sudah lama aku berteman dengan sepi
Sepi yang menemani ku dengan setia tanpa tanya
Sudah lama aku berteman dengan besi
Besi yang kupakai untuk menutup hatiku agar tak terluka lagi
Tapi ternyata semua itu tak membuat menjadi lebih baik
Luka ini akan sembuh seiring langkah cahaya menuju gelap
Yang kuperlukan hanya merelakannya pergi
Rasa sakit ini pun akan berlalu seiring berlalunya angin muson timur
Yang kuperlukan hanya keteguhan menghadapinya
Dan apakah bijak jika aku menutup hati ini? Karena ketika hati telah tertutup, tak ada lagi yang bisa dilepaskannya termasuk rasa sakit ini.
Yang kubutuhkan hanya keikhlasan menerima semua ini
Tanpa mu mungkin aku akan hampa karena engkaulah separuh jiwa ini
Tanpa mu mungkin hariku tak kan seindah dulu karena engkaulah senja terindah di hati
Tapi aku tak tahu apakah itu realita atau fiksi kiasan hati
Karena yang terjadi saat ini memaksa kita untuk saling menyakiti
Semoga tercipta damai dalam hati
Tercipta tenang dalam jiwa
Tercipta hening dalam pikiran
Dan saatnya kini untuk berkemas, memantabkan langkah kembali meraih semua mimpi dan cita-cita yang telah kusimpan dalam kotak ketika aku memutuskan meminangmu karena saat itulah mimpi dan cita-cita ku adalah bersamamu.
Dan jika engkau masih mau bermain main dengan semua ini
Aku tak akan memaksamu mengikuti ku
Aku hanya bisa mengajakmu dan menunjukkan jalannya
Langganan:
Postingan (Atom)