Sudah lama aku tersibukkan luka
Luka dalam yang sampai sekarang masih terasa perih
Sudah lama aku tak mampu menulis
Karena hanya ada rasa sakit yang menghilangkan semua kata
Sudah lama aku berteman dengan sepi
Sepi yang menemani ku dengan setia tanpa tanya
Sudah lama aku berteman dengan besi
Besi yang kupakai untuk menutup hatiku agar tak terluka lagi
Tapi ternyata semua itu tak membuat menjadi lebih baik
Luka ini akan sembuh seiring langkah cahaya menuju gelap
Yang kuperlukan hanya merelakannya pergi
Rasa sakit ini pun akan berlalu seiring berlalunya angin muson timur
Yang kuperlukan hanya keteguhan menghadapinya
Dan apakah bijak jika aku menutup hati ini? Karena ketika hati telah tertutup, tak ada lagi yang bisa dilepaskannya termasuk rasa sakit ini.
Yang kubutuhkan hanya keikhlasan menerima semua ini
Tanpa mu mungkin aku akan hampa karena engkaulah separuh jiwa ini
Tanpa mu mungkin hariku tak kan seindah dulu karena engkaulah senja terindah di hati
Tapi aku tak tahu apakah itu realita atau fiksi kiasan hati
Karena yang terjadi saat ini memaksa kita untuk saling menyakiti
Semoga tercipta damai dalam hati
Tercipta tenang dalam jiwa
Tercipta hening dalam pikiran
Dan saatnya kini untuk berkemas, memantabkan langkah kembali meraih semua mimpi dan cita-cita yang telah kusimpan dalam kotak ketika aku memutuskan meminangmu karena saat itulah mimpi dan cita-cita ku adalah bersamamu.
Dan jika engkau masih mau bermain main dengan semua ini
Aku tak akan memaksamu mengikuti ku
Aku hanya bisa mengajakmu dan menunjukkan jalannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar