Sabtu, 31 Desember 2011

Adakah yang salah tentang perayaan tahun baru?

Kawan..seperti itulah kalimat yang selama ini terngiang di telinga ku
Terus membayangi ketidaktahuanku
Hari ini, hari minggu 1 januari, hari yang menurutku biasa saja
Tetapi mungkin hanya aku saja yang merasa biasa saja
Karena aku lihat begitu banyak manusia yang bergegap gempita menyambutnya

Kusempatkan hari sabtu siang untuk berkunjung ke kawasan puncak dan sekitarnya
Hanya untuk melihat-lihat dan sedikit membuka wawasan dan pikiranku
Dan sekiranya sudah cukup aku pun pulang
Karena aku tak ingin terjebak macet dan membuang waktu ku sia-sia

Kuakhiri pencarian dan observasiku pada sore hari,ba'da ashar
Begitu banyak pasangan muda-mudi di sana
Ada yang sekedar berbicara dan menikmati suasana
Ada yang sedang asyik bermesraan di antara kebun teh (Apakah mereka sudah menjadi muhrim?)
Ada yang sedang sibuk menawar harga sewa kamar villa (Mau ngapain mereka?)
Beberapa pertanyaan pun muncul

Dan aku dengar dari perkataan temanku,
Bahwa menurut survei, pembelian alat kontrasepsi meningkat ketika malam tahun baru dan fucklentine
Dan sebagian besar adalah pasangan muda-mudi ( What the hell)
Sebuah fakta yang membuat miris
Ketika generasi muda adalah tunas baru bangsa
Ditangan pemuda lah masa depan bangsa ini kan tergantung
Tapi apa jadinya bila mental muda mudi kita seperti itu
Mau dibawa kemana kah.. negara ini

Ditengah kemirisanku, sedikit aku melihat cahaya
Di masjid itu, masjid At taawun..
Masih banyak yang berjamaah ashar
Masih banyak yang ingat akan hakikat manusia diciptakan

Kawan...bolehlah kiranya aku sedikit bercerita tentang sejarah yang kuketahui,...
Perayaan tahun baru tanggal 1 januari, pertama kali diwajibkan di jaman romawi
Tujuannya adalah untuk memberikan perayaan pada dewa Janus (Dewa semua permulaan)
Dan januari berasal dari nama dewa romawi tersebut, Janus

Kawan...bagaimana menurut kalian?
Apakah kalian layak untuk merayakan nya?
Aku serahkan semua keputusan kalian pada diri kalian sendiri
Karena semua orang punya berbagai sudut pandang
Yang mungkin benar dan mungkin salah

Jumat, 30 Desember 2011

Diamku...

Diamku...bukan berarti aku mengacuhkan mu
Karena dalam setiap waktu aku selalu memikirkan mu
Dan berusaha membuat mu tuk selalu tersenyum

Diamku bukan berarti aku melupakanmu
Karena dalam setiap tulisan yang ku tulis
Selalu terselip namamu dalam hatiku

Diamku bukan berarti tak ada rasa kepadamu
Karena dalam setiap hembus nafas
Rasa itu selalu menelusup

Dan diamku adalah karena...
Karena aku ingin menjaga kesucian rasa ini
Tak ingin ku, nafsuku yang mengotori
Kesucian dan keikhlasan yang kuharap

Dan diamku adalah karena...
Aku menunggu hingga saatnya nanti
Aku tlah pantas untukmu
Dan kan kupinang dirimu, hingga kau pun halal bagiku

Dan bila kau pertanyakan apa yang kulakukan saat ini?
Aku akan menjawab dengan tegas tanpa ragu
Aku mempersiapkan diriku agar ku bisa menjadi imammu
Baik di dunia fana ini ataupun di akherat kekal

Jodoh itu ada dua macam, melatiku
Jodoh di dunia dan jodoh di akherat kelak
Dan aku ingin kita tetap berjodoh di akherat
Karena aku tak ingin kelak terpisah dengan mu di sana
Dan semoga semua itu di ijabahiNya..

Kamis, 29 Desember 2011

Sebuah memori pendakian


Udara pagi pun menelusup dalam rongga dadaku
Bawa kesegaran sisa sisa sang malam
Kulangkahkan kaki ini menelusuri jalan setapak diantara rumput ilalang yang masih terbasahi embun pagi.
Sinar mentari pun belum terlalu panas menghangatkan kulitku
Sungguh indah perpaduan sang embun dan sinar mentari ini
Diantara kesegaran dan kesejukan terdapat suatu kehangatan
Permadani hijau terhampar luas di depan mataku
Tirai putih pun masih menggantung diantara udara udara pagi ini
Sungguh indah perpaduan warna mereka, pepohonan dan kabut lembah ini
Seorang pelukis manapun di dunia ini tak kan bisa menandingi keindahan perpaduan ini
 Suara gemericik air yang mengalun pelan
Suara binatang binatang yang tak tampak olehku terkadang menyeruak diantara suara gemericik air itu dan menghasilkan suatu simponi nada yang begitu indah dan menenangkan
Mozart pun tak kan bisa menghasilkan simponi seperti ini, simponi kehidupan
Perjalan nan jauh dan terjal pun seakan tak terasa dan tak sebanding dengan semua yang kurasakan saat kulalui jalan jalan setapak di lembah dan bukitmu
Untuk mencapai puncak tertinggi, sehingga kudapat melihat betapa luas alam ini dengan kedua mataku yang kecil ini

Senin, 12 Desember 2011

Seperti apakah kisah mu



Berdiri tegak memandang kosong ke langit kau lakukan tiap hari dijalan yang kulalui ini
Entah apa yang kau pikirkan karena kupikir kau terlalu muda untuk semua ini
Mungkin begitu banyak yang telah terjadi pada mu yang tak kuketahui
Pastilah banyak yang tak kuketahui akan dirimu karena hanya sepintas lalu aku berjumpa dengan dirimu
Dan semua itu membuat ku buta akan perjalan hidup mu
Aku tak bisa mereka dan menerka apa yang dibalik tatapan kosong mu
Tapi…hari ini kurasakan sesuatu yang berbeda
Tak seperti biasanya
Kau tertunduk lesu seperti orang yang kalah akan sesuatu
Lunglai, itulah yang kulihat dari posisi tangan mu
Apakah yang telah kau lalui beberapa waktu ini
Apakah kau sudah merasa bosan dan tak kuat tuk hadapi semua
Semula aku berpikir tatapan kosong mu itu berarti kau tengah bermain dengan otakmu tuk mencari bagaimana kah kau akan mengakali hidupmu hari ini yang selalu menekan mu
Ya…seperti itulah kiranya, tapi apakah aku salah aku pun tak tahu karna hanya dirimu lah yang tahu.

Selasa, 06 Desember 2011

Untitled#1


Saat ini mungkin kita belum ditakdirkan tuk bersama, Melatiku. Saat ini pula mungkin kita masih berjalan di jalan yang masih berbeda dan berjauhan. Aku masih berkutat merajut jalan kehidupan ku sehingga aku pantas untuk mu dan kau pun sudah berjalan di jalan mu yang sudah mulai tersusun rapi. Aku yakin, di luar sana banyak lelaki yang menaruh hati padamu. Dan aku yakin diantara lelaki itu pastilah ada dan mungkin banyak lebih baik dari ku. Dan ku kan berusaha tuk mengusir segala rasa marahku bila kau pilih dia bukan diriku tuk menjadi imam dalam kehidupan mu di masa yang akan datang. Bila kau pilih dia, aku hanya bisa pasrah dan menerima nya dengan senyum karena walau pahit untuk ku tapi tak mengapa karena itu mungkin yang terbaik untuk mu. Seorang pecinta sejati yang benar benar mencintai kekasihnya pastilah akan rela melepaskan yang dikasihinya bila yang dikasihinya itu mendapat yang terbaik, bukan memaksa untuk bersama dirinya. Akan tetapi, bila semua itu belum terjadi dan semoga tidak akan terjadi karena itu adalah hal yang tersulit untuk kulakukan, aku akan berusaha sebaik mungkin dan aku akan terus bermunajat pada Nya agar di waktu yang akan datang, Dia mempertemukan jalan kita yang saat ini masih terpisah dan semoga aku menjadi yang terbaik untuk mu walau aku bukan yang terbaik diantara mereka dan semoga kau menjadi yang terbaik untuk ku.
Hati mu keras tak seperti perempuan-perempuan lain yang kutemui, itulah yang terus mengikat hatiku untuk selalu disampingmu dan menjaga mu. Sikap mu yang tegas dan kadang tak kenal toleransi untuk hal-hal fundamental, itu pula lah yang terus mengikat hatiku. Tapi akankah ikatan yang mengikat hatiku ini akan membuat suatu kebaikan. Aku pun tak tahu. Dan ketika ku tatap jauh kedalam matamu melalui mata hatiku, kutemukan api yang berkobar, suatu semangat yang begitu indah yang membuatku pun ikut terbawa dalam luapan luapan semangat itu dan terus menghangatkanku dari dinginnya dunia ini.
Kuakui paras wajah mu memang begitu cantik dan menggoda. Setiap lelaki yang menatap mu pastilah akan terjatuh dalam rasa mencintaimu. Tapi bukan itu yang membuat ku terjatuh dalam pelukan cintamu. Keteguhan hati…ya itulah yang membuatku terjatuh dalam pelukan cintamu.