Kawan..seperti itulah kalimat yang selama ini terngiang di telinga ku
Terus membayangi ketidaktahuanku
Hari ini, hari minggu 1 januari, hari yang menurutku biasa saja
Tetapi mungkin hanya aku saja yang merasa biasa saja
Karena aku lihat begitu banyak manusia yang bergegap gempita menyambutnya
Kusempatkan hari sabtu siang untuk berkunjung ke kawasan puncak dan sekitarnya
Hanya untuk melihat-lihat dan sedikit membuka wawasan dan pikiranku
Dan sekiranya sudah cukup aku pun pulang
Karena aku tak ingin terjebak macet dan membuang waktu ku sia-sia
Kuakhiri pencarian dan observasiku pada sore hari,ba'da ashar
Begitu banyak pasangan muda-mudi di sana
Ada yang sekedar berbicara dan menikmati suasana
Ada yang sedang asyik bermesraan di antara kebun teh (Apakah mereka sudah menjadi muhrim?)
Ada yang sedang sibuk menawar harga sewa kamar villa (Mau ngapain mereka?)
Beberapa pertanyaan pun muncul
Dan aku dengar dari perkataan temanku,
Bahwa menurut survei, pembelian alat kontrasepsi meningkat ketika malam tahun baru dan fucklentine
Dan sebagian besar adalah pasangan muda-mudi ( What the hell)
Sebuah fakta yang membuat miris
Ketika generasi muda adalah tunas baru bangsa
Ditangan pemuda lah masa depan bangsa ini kan tergantung
Tapi apa jadinya bila mental muda mudi kita seperti itu
Mau dibawa kemana kah.. negara ini
Ditengah kemirisanku, sedikit aku melihat cahaya
Di masjid itu, masjid At taawun..
Masih banyak yang berjamaah ashar
Masih banyak yang ingat akan hakikat manusia diciptakan
Kawan...bolehlah kiranya aku sedikit bercerita tentang sejarah yang kuketahui,...
Perayaan tahun baru tanggal 1 januari, pertama kali diwajibkan di jaman romawi
Tujuannya adalah untuk memberikan perayaan pada dewa Janus (Dewa semua permulaan)
Dan januari berasal dari nama dewa romawi tersebut, Janus
Kawan...bagaimana menurut kalian?
Apakah kalian layak untuk merayakan nya?
Aku serahkan semua keputusan kalian pada diri kalian sendiri
Karena semua orang punya berbagai sudut pandang
Yang mungkin benar dan mungkin salah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar