Kamis, 29 Desember 2011

Sebuah memori pendakian


Udara pagi pun menelusup dalam rongga dadaku
Bawa kesegaran sisa sisa sang malam
Kulangkahkan kaki ini menelusuri jalan setapak diantara rumput ilalang yang masih terbasahi embun pagi.
Sinar mentari pun belum terlalu panas menghangatkan kulitku
Sungguh indah perpaduan sang embun dan sinar mentari ini
Diantara kesegaran dan kesejukan terdapat suatu kehangatan
Permadani hijau terhampar luas di depan mataku
Tirai putih pun masih menggantung diantara udara udara pagi ini
Sungguh indah perpaduan warna mereka, pepohonan dan kabut lembah ini
Seorang pelukis manapun di dunia ini tak kan bisa menandingi keindahan perpaduan ini
 Suara gemericik air yang mengalun pelan
Suara binatang binatang yang tak tampak olehku terkadang menyeruak diantara suara gemericik air itu dan menghasilkan suatu simponi nada yang begitu indah dan menenangkan
Mozart pun tak kan bisa menghasilkan simponi seperti ini, simponi kehidupan
Perjalan nan jauh dan terjal pun seakan tak terasa dan tak sebanding dengan semua yang kurasakan saat kulalui jalan jalan setapak di lembah dan bukitmu
Untuk mencapai puncak tertinggi, sehingga kudapat melihat betapa luas alam ini dengan kedua mataku yang kecil ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar