Saat ini mungkin kita belum ditakdirkan tuk
bersama, Melatiku. Saat ini pula mungkin kita masih berjalan di jalan yang
masih berbeda dan berjauhan. Aku masih berkutat merajut jalan kehidupan ku
sehingga aku pantas untuk mu dan kau pun sudah berjalan di jalan mu yang sudah
mulai tersusun rapi. Aku yakin, di luar sana banyak lelaki yang menaruh hati
padamu. Dan aku yakin diantara lelaki itu pastilah ada dan mungkin banyak lebih
baik dari ku. Dan ku kan berusaha tuk mengusir segala rasa marahku bila kau pilih
dia bukan diriku tuk menjadi imam dalam kehidupan mu di masa yang akan datang.
Bila kau pilih dia, aku hanya bisa pasrah dan menerima nya dengan senyum karena
walau pahit untuk ku tapi tak mengapa karena itu mungkin yang terbaik untuk mu.
Seorang pecinta sejati yang benar benar mencintai kekasihnya pastilah akan rela
melepaskan yang dikasihinya bila yang dikasihinya itu mendapat yang terbaik,
bukan memaksa untuk bersama dirinya. Akan tetapi, bila semua itu belum terjadi
dan semoga tidak akan terjadi karena itu adalah hal yang tersulit untuk
kulakukan, aku akan berusaha sebaik mungkin dan aku akan terus bermunajat pada
Nya agar di waktu yang akan datang, Dia mempertemukan jalan kita yang saat ini
masih terpisah dan semoga aku menjadi yang terbaik untuk mu walau aku bukan
yang terbaik diantara mereka dan semoga kau menjadi yang terbaik untuk ku.
Hati mu keras tak seperti perempuan-perempuan
lain yang kutemui, itulah yang terus mengikat hatiku untuk selalu disampingmu
dan menjaga mu. Sikap mu yang tegas dan kadang tak kenal toleransi untuk
hal-hal fundamental, itu pula lah yang terus mengikat hatiku. Tapi akankah
ikatan yang mengikat hatiku ini akan membuat suatu kebaikan. Aku pun tak tahu.
Dan ketika ku tatap jauh kedalam matamu melalui mata hatiku, kutemukan api yang
berkobar, suatu semangat yang begitu indah yang membuatku pun ikut terbawa
dalam luapan luapan semangat itu dan terus menghangatkanku dari dinginnya dunia
ini.
Kuakui paras wajah mu memang begitu cantik dan
menggoda. Setiap lelaki yang menatap mu pastilah akan terjatuh dalam rasa
mencintaimu. Tapi bukan itu yang membuat ku terjatuh dalam pelukan cintamu.
Keteguhan hati…ya itulah yang membuatku terjatuh dalam pelukan cintamu.
Sungguh dalam tulisan hati dari seorang bolang ini, dijamin si "melati" luluh hatinya jika baca tulisan ini....
BalasHapus