Jumat, 20 Mei 2011

Aku...seorang manusia yang diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi
Aku....mahluk yang telah diberi Nya akal dan budi pekerti untuk mencoba mengerti
Apakah akan kuingkari kodrat dan fitrah ku sebagai anak cucu Adam?
Apakah kan ku khianati amanah yang mengalir dalam darahku?

Hidupku bukan hanya untuk ku
Hidup ku bukan sebuah properti pribadiku yang bisa kumainkan seenak hatiku
Hidupku adalah hidup mereka
Dimana banyak tangan-tangan yang memegang pundakku untuk bertahan

Sampai kapan pundak manusia yang mulai lapuk dimakan waktu ini bisa bertahan
Sampai kapan aku dapat memegang erat tali-tali harapan yang tengah kugenggam ini
Beribu skenario kehidupan tergambar dalam ruang kecil otakku
Mencoba mencari jalan terbaik yang dapat kutempuh

Dan Ku ukir Malam

Bersama malam kulukis langit dengan tinta mimpiku
Kulukis bersama terangnya rasi- rasi bintang yang tersusun rapi
Kugantungkan semua mimpi mimpiku disana agar dapat kulihat selalu
Dan terlecutlah gelora gairahku untuk menggapainya

Dalam tidurku, terbayang indahnya sakura yang berkawan dengan salju putih
Betapa sempurna permainan warna yang disajikan
Dalam tidurku, terbayang angkuhnya sisa-sisa tembok berlin 
Yang membelenggu kemerdekaan sekian juta manusia kala itu
Dalam tidurku, terbayang romantisme eifel yang berdiri anggun di tepi sungai seine
Dan ditemani cahaya lampu yang cantik dan menggoda

Suatu saat kan kuinjakkan kedua telapak kakiku di sana
Dan kan ku ukir namaku di dalam perkamen sejarah yang mengharumkan nama bangsaku

Selasa, 10 Mei 2011

Sisi gelap dalam diriku mulai memberontak
Berteriak dan menjejak
Dia mulai runtuhkan tembok-tembok etika dalam hatiku
Menggerogoti setiap sisi-sisi kemanusianku

Akankah dia kan terlepas dan bebas tak terkendali
Akankah dapat kukekang dengan sisa tenagaku yang rapuh
Aku sendiri pun tak tahu kemana ini akan berjalan dan berakhir

Masih berjalan sendiri kuselami makna aku diciptakan di dunia
Menelusuri setiap lorong dalam hidupku baik kelam maupun putih
Sempat aku tersesat dalam lorong gelapku dan terasa tak dapat ku kembali
Disaat itulah kebijaksanaan filosofi seorang manusia membantuku mencari arah dalam gelapku