Perih, sakit hati, kecewa, itu manusiawi untuk kondisi saat ini
La tahzan..la tahzan
Itu yang kulakukan saat ini
Sedikit kata terakhir dari yang saat ini masih menjadi imam mu
Yang mungkin dalam waktu dekat ini tak kan lagi menjadi imam mu
Untukmu yang telah kuberikan sepenuh hati ini
Ketulusan, kejujuran, dan kepercayaan ku ternyata tak cukup untuk mendapatkan kesetiaanmu
Sebuah lirik lagu kuberikan untukmu, agar kau mengerti dan memikirkan apa yang kau lakukan
Cukuplah kapal kita saja yang karam, jangan kau mengejar dan mengkaramkan kapal yang lain
Karena ada jiwa seorang anak yang tak berdosa yang akan kau renggut demi nafsu kebahagiaan kalian
Itu hanyalah fatamorgana sesaar ilusi dari bisikan iblis
Dan kau tak kan pernah akan mendapat kebahagiaan
Percayalah....
"Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan"
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar