Senin, 26 Juni 2017

Mimpiku hanya sederhana

Mimpiku hanya sederhana
Menjadi tua bersama mu, duduk di beranda rumah melihat bunga lily kesukaan mu
Membelai rambut putihmu yang kan selalu indah buatmu
Melihat keriput kulitmu yang selalu membuatku terspesona

Mimpiku hanya sederhana
Tak perlulah kau menjadi sempurna
Tak perlulah kau menjadi raisa ataupun isyana
Cukuplah kau menjadi perhiasan terbaik yaitu istri yang soleha

Mimpiku hanya sederhana
Menjadi tua bersamamu, melihat anak cucu kita tumbuh seiring usia
Mendengarkan cerita mu yang selalu membuatku tertarik walau banyak yang sebenarnya ak pun tak mengerti
Tapi cukup dengan anggukan dan sedikit senyum, itu sudah cukup agar aku seakan mengerti

Mimpiku hanya sederhana
Sesedarhana air hujan yang akan selalu turun ke bawah
Sesedarhana musim semi yang kan selalu datang setelah musim dingin
Tapi sederhana itu bukan berarti akan selalu terwujud
Dan km pun mungkin menganggap kesederhaaan itu tak berarti
Dan dengan sederhana pula kamu mengambil mimpi yang sederhana itu

Selamat jalan kasih
Selamat jalan bayang semu yang indah
Aku memang masih mencintaimu
Tapi mungkin rasa ini tidak lagi pantas untuk mu wahai cinta
Dan aku yakin kamu suatu saat akan memahaminya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar