Minggu, 15 Oktober 2017

Kawan

Kawan, apa kabar mu disana disudut relung hati yang telah pecah berkeping seperti pecahan kaca spion ku kemarin yang terhantam aspal
Kawan, apa kabar mu disana didalam segumpal daging yang memar seperti hal nya memarnya tangan ku yang berada diantara spion dan aspal itu
Kawan, aku kira kau baik2 saja kini, karna tak kulihat lagi darah yang mengalir dalam luka yang menganga dalam itu
Tapi entah knp kawan, ak merasakan sesuatu yang berbeda yang tak seperti dulu, mungkin itu adalah tahap penyembuhan diri
Ya...aku mengerti kawan, tak ada luka yang akan sembuh dalam sekejap, tak ada luka yang akan sembuh 100% seperti semula. Tapi biarlah...biarlah semua indah dengan semua bekas luka itu

Tak ada lagi rasa benci yang menusuk seperti belati
Tak ada lagi rasa marah yang berlarian tak terarah
Ak rasa km telah mampu berdamai dengan semua yang telah terjadi kawan
Ak rasa km telah mampu mengambil hikmah dari semua yang terjadi

Kawan...ak mengerti
Ak mengerti km bisa saja menghancurkan semua
Ak mengerti km bisa saja memperkeruh suasana
Ak mengerti km bisa saja membenci sampai mati
Ak mengerti km bisa saja mendoa dengan penuh rasa tersakiti
Tapi km kini memilih jalan yang berbeda, biarlah semua ini selesai tanpa ada yang tersakiti

Kawan...ak senang menemukan sosokmu yang telah hilang
Sosokmu yang mampu merelakannya pergi
Sosokmu yang mampu memaafkan 
Sosokmu yang telah berusaha menyusun repihan hati walaupun km sendiri tahu hati itu tak kan sama lagi
Akan ada terbit matahari yang indah setelah senja dan malam yang berselimut badai

Kawan...perpisahan bukanlah berarti kebencian
Perpisahan bukanlah berarti sudah tak ada lagi cinta
Karena perpisahan bisa menjadi tanda keikhlasan rasa kita

Kawan...apa pun yang terjadi, jangan lah sungkan
Jangan lah ragu, ak tetap akan setia untuk berdialog dengan mu
Dan tetaplah melangkah dengan senyum mu dan buatlah disekitarmu tersenyum
Kuatkanlah dan ingatlah semua cita-cita mu kawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar