Manusia pastilah diciptakan dengan jalan takdir dan kodratnya
masing-masing. Dimana semua itu telah dituliskan dan ditentukan sejak manusia
tersebut belum dilahirkan ke dunia ini. Takdir manusia sudah lah pasti ada di
tangan Sang Pencipta. Akan tetapi Dia hanya menuliskan hasil-hasil dari setiap
takdir manusia dan manusia itu sendiri lah yang menentukan dan memilih hasil
dari takdirnya sendiri. Mungkin takdir manusia seperti jalan yang
bercabang-cabang dimana setiap cabang tersebut memiliki solusi dan hasil yang
berbeda-beda. Dibutuhkan ketelitian, kepintaran, dan kearifan di dalam diri
manusia untuk memilih dan menentukan bagaimana jalan takdirnya. Seperti telah
dikatakan diawal cerita bahwa Dia Sang Pencipta hanya menuliskan akhir dan
hasil takdir setiap manusia, sehingga kita diharuskan untuk berusaha.
Takdir manusia sudah pasti seperti pastinya
letak Malioboro di Jogja. Semua itu terlihat mudah bila kita sudah mengetahui
rute dari jalan-jalan di jogja. Akan tetapi bila kita masih gamang akan rutenya
maka semua itu akan terlihat susah. Disinilah peran dari agama. Agama dapat
dilihat sebagai suatu rambu-rambu dan penunjuk arah. Akan tetapi kadang kala
arah dan rambu-rambu yang diberikan agak membingungkan, disinilah peran akal
dan hati manusia untuk bekerja. Dengan akal kita dapat berpikir dan mencari
solusi dari makna yang tersembunyi tersebut. Sedangkan dengan hati, kita dapat
mengetahui apakah solusi yang kita peroleh itu bermanfaat atau hanya
mendatangkan keburukan saja. Apabila dengan akal dan hati kita sendiri, kita
masih bingung dan tak mengerti akan artinya, maka disinilah peran para alim
ulama. Apabila kita analogikan, alim ulama itu seperti polisi dan orang-orang
yang lebih tahu rute sekitar dalam hal ini kehidupan dan rambu-rambu sekitar
dalam hal ini adalah agama. Yakinlah pasti “Malioboro” akan ditemukan jika
berpegang teguh pada prinsip-prinsip diatas.
Dan setiap jalan yang diambil dan proses yang dilakukan oleh setiap manusia
pastilah tidak sama dan hasil yang diperoleh nya pun akan berbeda-beda pula.
Ada yang suka berputar-putar dulu melewati ring road mungkin adapula yang
langsung ke tujuan lewat jalan solo. Atau bahkan ada yang berhenti sejenak dan
mampir dulu di amplaz atau dugem dulu di Hugos. Atau bahkan ada yang tidak
sampai karena keasyikan yang di dapat ditengah perjalanan telah melupakan dia
akan hakekat dari tujuannya yang sebenarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar