Senin, 16 Januari 2012

Sebuah Takdir


Manusia pastilah diciptakan dengan jalan takdir dan kodratnya masing-masing. Dimana semua itu telah dituliskan dan ditentukan sejak manusia tersebut belum dilahirkan ke dunia ini. Takdir manusia sudah lah pasti ada di tangan Sang Pencipta. Akan tetapi Dia hanya menuliskan hasil-hasil dari setiap takdir manusia dan manusia itu sendiri lah yang menentukan dan memilih hasil dari takdirnya sendiri. Mungkin takdir manusia seperti jalan yang bercabang-cabang dimana setiap cabang tersebut memiliki solusi dan hasil yang berbeda-beda. Dibutuhkan ketelitian, kepintaran, dan kearifan di dalam diri manusia untuk memilih dan menentukan bagaimana jalan takdirnya. Seperti telah dikatakan diawal cerita bahwa Dia Sang Pencipta hanya menuliskan akhir dan hasil takdir setiap manusia, sehingga kita diharuskan untuk berusaha.
Takdir manusia sudah pasti seperti pastinya letak Malioboro di Jogja. Semua itu terlihat mudah bila kita sudah mengetahui rute dari jalan-jalan di jogja. Akan tetapi bila kita masih gamang akan rutenya maka semua itu akan terlihat susah. Disinilah peran dari agama. Agama dapat dilihat sebagai suatu rambu-rambu dan penunjuk arah. Akan tetapi kadang kala arah dan rambu-rambu yang diberikan agak membingungkan, disinilah peran akal dan hati manusia untuk bekerja. Dengan akal kita dapat berpikir dan mencari solusi dari makna yang tersembunyi tersebut. Sedangkan dengan hati, kita dapat mengetahui apakah solusi yang kita peroleh itu bermanfaat atau hanya mendatangkan keburukan saja. Apabila dengan akal dan hati kita sendiri, kita masih bingung dan tak mengerti akan artinya, maka disinilah peran para alim ulama. Apabila kita analogikan, alim ulama itu seperti polisi dan orang-orang yang lebih tahu rute sekitar dalam hal ini kehidupan dan rambu-rambu sekitar dalam hal ini adalah agama. Yakinlah pasti “Malioboro” akan ditemukan jika berpegang teguh pada prinsip-prinsip diatas.
Dan setiap jalan yang diambil  dan proses yang dilakukan oleh setiap manusia pastilah tidak sama dan hasil yang diperoleh nya pun akan berbeda-beda pula. Ada yang suka berputar-putar dulu melewati ring road mungkin adapula yang langsung ke tujuan lewat jalan solo. Atau bahkan ada yang berhenti sejenak dan mampir dulu di amplaz atau dugem dulu di Hugos. Atau bahkan ada yang tidak sampai karena keasyikan yang di dapat ditengah perjalanan telah melupakan dia akan hakekat dari tujuannya yang sebenarnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar