Sabtu, 07 Juli 2012

Oooo...negaraku

Seorang manusia hanyalah sosok pemain dalam kehidupan ini. Dia tidak bisa menentukan hidupnya sendiri tanpa kehendak Yang Kuasa. Yang dia bisa hanyalah berusaha dan terus berusaha serta diiringi doa. Tapi saat ini, begitu banyak manusia yang sombong akan kelemahan nya itu. Begitu banyak yang melupakan akan Dia Yang Diatas, yang mengatur semua urusan manusia. Tak sadarkah mereka, bila Allah tlah berkehendak dan murka maka tak kan ada yang mampu menghalangi atau lari dari Nya. Sebuah realita yang sungguh mengecewakan. Begitulah keadaan yang terjadi dalam dunia ku saat ini. Sebuah takdir memang tak berlaku mutlak untuk kita. Takdir pun masih bisa berubah dengan usaha yang sungguh. Tapi tentu saja dengan kehendak Nya. Begitu kelam sungai yang mengalir dalam hatiku saat ini. Inginku dan angan ku agar Dia jernihkan kembali sungai itu. Sebuah hati manusia dan sebuah batu tak ada bedanya lagi saat ini, semua acuh dan semua sibuk sendiri dengan urusan nya masing-masing. Tak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia saat ini. Yang ada hanyalah kesenjangan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Begitu banyak manusia di negeri ini yang berharta melimpah tapi tak kalah banyak pula bahkan lebih banyak manusia di negeri ini yang hidup nya mengenaskan. Tak bertempat tinggal dan makan pun tak tentu. Di sisi lain tak jauh dari lokasi penyiksaan tersebut, banyak rumah gedong yang tak berpenghuni dimana yang punya tak tahu entah dimana. Mereka hanya beli karena mereka bingung tak tahu lagi uangnya untuk apa bahkan mereka beli hanya untuk status sosial belaka. Di negara ku ini pun tak ada lagi persatuan indonesia. Semua mau mengedepankan tujuan dan kemauan nya sendiri sendiri. Perpecahan pun merebak diseluruh pelosok. Kebenaran tak lagi penting dan dijunjung tinggi. Yang ada hanyalah emosi, uang dan nafsu belaka. Sendi-sendi kehidupan yang serasi selaras dan harmonis mungkin hanya ada di bayanganku saat kecil. Dimana dibangku sekolah selalu dijejalkan dalam pikiran kita bahwa kehidupan di negara ini adalah harmonis, selaras dan seimbang. Begitu banyak kebohongan yang disisipkan dalam pikiran generasi muda pada waktu ku saat itu. Negara ku adalah negara yang kaya , zambrud khatulistiwa dan masyarakat nya ramah tamah. Tapi semua itu hanyalah bualan. Negara ku saat ini memang kaya, kaya akan utang, kaya akan korupsi, kaya akan sandiwara politik, dan tentu saja kaya akan kemiskinan. Negara ku memang pernah disebut zambrud khatulistiwa, tapi itu dulu saat belanda masih bisa minum kopi dan sarapan pagi dengan tenang di batavia. Saat ini zambrud itu telah digunduli menjadi tanah tak bertuan. Warnanya pun tak lagi hijau. Rakyatnya pun tak lagi ramah tamah. Begitu banyak manusia di sini khususnya para penguasa dan manusia yang tak kukenal. Mereka tak bisa disebut ramah tamah tapi lebih tepat disebut marah tamak.
Begitu banyak kejadian yang kita alami dan dapat kita ambil pelajaran darinya. Dimulai dari saat pertama kita tarik nafas ini dan sampai saat terakhir kita hembuskan nafas ini. Seperti hal nya bumi dan alam semesta ini, kehidupan manusia pun mempunyai rotasi dan revolusi nya sendiri dimana akan membentuk suatu pola khusus yang mengagumkan. Sinkronisasi dan harmonisasi dari berbagai macam nada kehidupan akan berbaur menjadi satu dan bersinergi menjadi suatu yang menguatkan dan mengagumkan. Akan kah hal itu terjadi pada negaraku… Ooo..negaraku…negaraku…hanya panggilan itu yang bisa kulakukan saat ini dan aku harap kau pun bangun dari mimpi indahmu..ooo..negaraku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar