Seorang manusia hanyalah sosok pemain dalam
kehidupan ini. Dia tidak bisa menentukan hidupnya sendiri tanpa kehendak Yang
Kuasa. Yang dia bisa hanyalah berusaha dan terus berusaha serta diiringi doa.
Tapi saat ini, begitu banyak manusia yang sombong akan kelemahan nya itu.
Begitu banyak yang melupakan akan Dia Yang Diatas, yang mengatur semua urusan
manusia. Tak sadarkah mereka, bila Allah tlah berkehendak dan murka maka tak
kan ada yang mampu menghalangi atau lari dari Nya. Sebuah realita yang sungguh
mengecewakan. Begitulah keadaan yang terjadi dalam dunia ku saat ini. Sebuah
takdir memang tak berlaku mutlak untuk kita. Takdir pun masih bisa berubah
dengan usaha yang sungguh. Tapi tentu saja dengan kehendak Nya. Begitu kelam
sungai yang mengalir dalam hatiku saat ini. Inginku dan angan ku agar Dia
jernihkan kembali sungai itu. Sebuah hati manusia dan sebuah batu tak ada
bedanya lagi saat ini, semua acuh dan semua sibuk sendiri dengan urusan nya
masing-masing. Tak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia saat ini.
Yang ada hanyalah kesenjangan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Begitu
banyak manusia di negeri ini yang berharta melimpah tapi tak kalah banyak pula
bahkan lebih banyak manusia di negeri ini yang hidup nya mengenaskan. Tak
bertempat tinggal dan makan pun tak tentu. Di sisi lain tak jauh dari lokasi
penyiksaan tersebut, banyak rumah gedong yang tak berpenghuni dimana yang punya
tak tahu entah dimana. Mereka hanya beli karena mereka bingung tak tahu lagi
uangnya untuk apa bahkan mereka beli hanya untuk status sosial belaka. Di
negara ku ini pun tak ada lagi persatuan indonesia. Semua mau mengedepankan
tujuan dan kemauan nya sendiri sendiri. Perpecahan pun merebak diseluruh
pelosok. Kebenaran tak lagi penting dan dijunjung tinggi. Yang ada hanyalah
emosi, uang dan nafsu belaka. Sendi-sendi kehidupan yang serasi selaras dan
harmonis mungkin hanya ada di bayanganku saat kecil. Dimana dibangku sekolah
selalu dijejalkan dalam pikiran kita bahwa kehidupan di negara ini adalah
harmonis, selaras dan seimbang. Begitu banyak kebohongan yang disisipkan dalam
pikiran generasi muda pada waktu ku saat itu. Negara ku adalah negara yang kaya
, zambrud khatulistiwa dan masyarakat nya ramah tamah. Tapi semua itu hanyalah
bualan. Negara ku saat ini memang kaya, kaya akan utang, kaya akan korupsi,
kaya akan sandiwara politik, dan tentu saja kaya akan kemiskinan. Negara ku
memang pernah disebut zambrud khatulistiwa, tapi itu dulu saat belanda masih
bisa minum kopi dan sarapan pagi dengan tenang di batavia. Saat ini zambrud itu
telah digunduli menjadi tanah tak bertuan. Warnanya pun tak lagi hijau.
Rakyatnya pun tak lagi ramah tamah. Begitu banyak manusia di sini khususnya
para penguasa dan manusia yang tak kukenal. Mereka tak bisa disebut ramah tamah
tapi lebih tepat disebut marah tamak.
Begitu banyak kejadian yang kita alami dan
dapat kita ambil pelajaran darinya. Dimulai dari saat pertama kita tarik nafas
ini dan sampai saat terakhir kita hembuskan nafas ini. Seperti hal nya bumi dan
alam semesta ini, kehidupan manusia pun mempunyai rotasi dan revolusi nya
sendiri dimana akan membentuk suatu pola khusus yang mengagumkan. Sinkronisasi
dan harmonisasi dari berbagai macam nada kehidupan akan berbaur menjadi satu
dan bersinergi menjadi suatu yang menguatkan dan mengagumkan. Akan kah hal itu
terjadi pada negaraku… Ooo..negaraku…negaraku…hanya panggilan itu yang bisa
kulakukan saat ini dan aku harap kau pun bangun dari mimpi indahmu..ooo..negaraku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar