Kamis, 01 Maret 2012

Akankah tercipta damai?


Langkah bumi yang semakin berat menopang semua ulah manusia yang semakin merasa berkuasa mempermainkan nasib dan hidup sesamanya.  Seolah tak ada lagi ketakutan akan hisab yang akan dijatuhkan kepadanya. Dan tak ada belas kasihan dalam hati serta pikiran nya lagi. Semua telah tertutup rapat dan terpendam jauh oleh kebencian dan keangkuhan serta keserakahan. Mereka halalkan semua cara untuk mencapai tujuan, tak terkecuali para jiwa-jiwa yang tak berdosa. Darah dan air mata tak dapat dibedakan lagi di bumi yang suci. Semua tampak sama dan tak ada beda. Darah terus mengalir seperti layaknya air mata seorang anak kecil yang menangis sedu menangisi ayah ibunya yang tak tahu kini berada dimana karena perang telah menyembunyikannya. Tak ada yang mampu membendung mereka lagi. Hanya kita lah sesama manusia yang bersatu yang dapat hentikan semua ketidakadilan ini. Walau kini kita masih terpecah bagai gelas kaca yang dilempar ke tembok ideologi dan paham keduniawian. Tapi masih ada secercah keyakinan yang akan menyatukan kepingan kaca itu. Secercah harapan yang kan bawa semua kedamaian menghampiri kita semua. Menelusup kedalam relung hati dan mengairi seluruh nadi kita.
Senyuman…..itulah yang telah lama hilang saat ini. Semoga senyuman dulu yang terus menyeringai itu kembali lagi. Dan tercipta persatuan diantara kita, umat Nya. Wajah wajah yang tersenyum itulah yang kini langka seperti halnya sembilan bahan pokok sewaktu krisis kepemimpinan tahun 1965. Wajah wajah tersenyum itulah yang kan segarkan dunia. Bagai lampu dimalam hari yang kan menerangi gelapnya dunia, itulah wajah wajah yang tersenyum. Dan tetaplah tersenyum wahai saudara-saudaraku yang sedang berjuang di Palestina, pengorbananmu tak kan sia-sia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar