Sabtu, 10 Maret 2012

Sayap-sayap kebenaran


Salam ku untuk mu wahai sayap kebenaran
Kepakanlah sayapmu dan relungkanlah pada rongganya
Rongga dimana jiwa dari kebenaran tlah lama tertidur
Sehingga setetes embun dan tiupan angin pagi mampu tuk menghangatkannya
Dan membangunkan dari dekapan malam kebohogan
Kebohongan yang tlah lama berkuasa

Satu warna yang tersaji
Tak ada warna lainkah selain warna ini, warna abu-abu..
Entah mengapa aku mulai merindukan hitam
Mungkin karena hitam itu aku dapat mengenal arti putih
Tak seperti abu-abu yang tak pasti apakah dia akan menjadi putih atau kah hitam
Semuanya penuh ketidak pastian
Dan tak ada kebenaran yang absolut lagi

Kemana mereka yang dulu berteriak dan berjuang atas nama rakyat
Kemana mereka yang dulu bersama mengeratkan barisan untuk menerobos pagar besi kediktaktoran
Dan kemana mereka yang dulu menangis terkena asap pedih gas air mata 
Apakah mereka tlah lupa dengan apa yang diperjuangkan
Apakah sayap-sayap kebenaran yang mereka miliki telah luluh lantah dimakan kenikmatan 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar