Rindu rindu tak
bertuan menelusup pelan dalam dadaku
Memenuhi rongga
diantara rusuk ku
Berbaur dengan udara
yang kuhirup bersama nafasku
Begitu menyejukkan dan
membuaiku
Walau ku tak tahu
siapa kah pemilik dari rinduku ini
Dan kemanakah akan
kulabuhkan rinduku ini
Seperti racun yang
menggerogoti tubuh fana ini
Seperti itulah rindu
rindu tak bertuan itu menggelayuti ku
Memaksa ku untuk
berjuang melawannya
Agar ku tak terhanyut
dalam permainannya
Begitu menggoda
permainan yang dia tawarkan buat ku
Menarik sisi lain
diriku yang berusaha ku tahan sekuat mungkin
Aku terus mencari
penawar racun rindu tak bertuan itu
Rindu itu bagaikan
pisau yang menghujam dan menyobek dadaku
Rindu itu bagaikan
terik matahari yang membakar hatiku
Jiwa jiwa yang lemah
ini mungkin tak kan sanggup menahannya bila tanpa rasa ikhlas dan pasrah pada
Yang Kuasa
Ya itulah…Ikhlas dan
berpasrah diri pada Nya obat penawar racun ku saat ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar