Sabtu, 01 Desember 2012

Sebuah perubahan dalam penyesalan


Terjerembab dalam lubang hitam hidupku
Yang telah lama kuberusaha meninggalkannya
Melangkah pelan, mendaki dengan payah tebing lubang hitam itu
Dan aku terjatuh kembali kedalamnya
Mencoba berteriak tapi tak bisa
Hanya tangis yang keluar dari bibirku

Penyesalan...
Yang tersisa hanyalah penyesalan dan duka dalam hati
Kucoba bangkit kembali dan mengumpulkan sisa-sisa tenaga jiwaku
Untuk mendaki dan meraih terang dalam hatiku
Kutampar dengan keras pikiranku agar ku dapat terjaga dari mimpi gelapku
Dan kukumpulkan kembali tekadku agar ku dapat menggapai cahaya dalam hidupku

Sekian lama ku telah berusaha dan tak kan kubiarkan semua itu musnah
Kan kugenggam kembali engkau cahayaku, cahaya malamku
Tapi apakah aku layak untukmu, apakah aku bisa menjadi pemimpin untukmu
Aaah...aku pun tak tahu, rasa malu ini menggerogoti keyakinanku
Apakah terlalu egois jika aku berusaha bersanding dengan mu cahaya malam yang begitu indah
Engkau begitu anggun dan indah, sedangkan aku adalah jelaga hitam penuh cela

Kini yang harus kulakukan adalah meperbaiki dan tak mengulanginya kembali
Pahit yang terasa waktu itu masih kuingat saat ini
Kesenangan dan nikmat semu yang diberikan tak sebanding dengan semua ini
Keyakinanku akan perubahan ini seperti layaknya samudra di bumi ini
Tak kan pernah mengering walau apapun kan terjadi
Hati manusia memang seperti layaknya awan dilangit
Mudah sekali berubah
Suatu saat bersih dan cerah dan seketika dapat berubah hitam dan kelam
Tapi kuyakin dengan usaha dan doa, ku kan bisa menjaga hatiku tetap cerah
Dan ku takkan terjatuh lagi dalam lubang hitam itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar