Sabtu, 09 Juni 2012

Diriku bagai jelaga hitam yang membuat kotor surga


Diriku bagai jelaga hitam yang membuat kotor surga
Terusik oleh bujukan rayuan sesaat yang membuai
Dan masuk dalam kebodohan
Perjuangan ku selama ini seperti tak ada gunanya
Aku masih tetap kalah
Aku masih tetap lemah
Aku ingin sekedar merasakan sepoi angin surga
Tapi akankah aku bisa merasakannya, karna tak mungkin jelaga hitam ada di surga
Mungkin sebelum sampai ke pintunya pun, sudah dibuangnya aku
Melayang tiada arah untuk berlabuh
Melangkah tanpa tujuan yang pasti
Seperti lagu yang tak bernada
Tak kan bisa dinikmati sebelum tercipta simphoni untuknya
Keindahan yang tak nampak kalah dengan kesemuan yang menggoda
Seperti apakah warna ku saat ini
Seperti apa wajah ku yang sebenarnya yang tak tertutup oleh ironi
Apakah wajah kesunyian atau kah kesedihan
Aku ingin seperti air yang menyejukan dan bawa kehidupan untuk sekitarnya
Bukan seperti api
Api api dan api yang kan membuat panas dan bawa kehancuran kepada apa dan siapa saja yang ditemukannya
Masih membekas dalam seluruh yang ada dalam hidupku
Di pikiranku, di jiwaku, disetiap hembusan kehidupanku
Aku ingin menangis, tapi aku tak mau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar