Pagi yang dingin menyapa tidurku
Memaksa ku tuk beranjak dan melangkah memulai
hari ini
Terasa begitu menyenangkan walaupun mentari tak
menyapaku dengan kehangatannya
Terasa begitu melegakan walaupun aku harus
bertarung dengan waktu yang menghimpitku
Sebuah tantangan kan kembali kulewati hari ini
Bergumul dengan kertas beserta teman temannya
yang selalu ada melengkapinya
Dan bertarung dengan roda waktu yang terus
berjalan
Semua terasa begitu cepat bila kita benar-benar
hanyut didalamnya
Waktu pun telah menutup arena pertarunganku
Mau tak mau aku harus melangkah pergi
Mungkin kali ini dia tak terlalu berpihak
padaku
Tapi tak apalah itu sudah yang terbaik yang
kupunya hari ini
Tinggal pintaku kepadaNya agar dia melindungi
dan merengkuh mimpiku
Semoga ini menjadi yang terbaik untuk ku
Karna aku pun sesungguhnya tak tahu mana yang
terbaik untuk ku
Kita manusia hanya bisa menerka saja.
Dia lah yang Maha Melihat
Dialah yang mengetahui semua urusan manusia
Mata manusia hanyalah suatu karuniaNya yang
penuh keterbatasan.
Kususuri lorong sempit yang begitu sesak akan
manusia yang senasib saat ini,
Seakan udara pun enggan untuk berada disana.
Kuurungkan niatku sebentar untuk segera bertemu
dengan nya
Kusandarkan kembali tubuhku diatas peraduan
yang telah menemaniku selama pertarunganku tadi.
Kubayangkan senyuman dan sapa hangat darinya
untuk mengusir gerahku.
Tak berapa lama kemudian, walaupun lorong itu
masih sesak akan manusia tapi tak sesesak tadi.
Kubulatkan tekad ku untuk melewatinya
Entah apa yang mendorongku
Apakah senyumanya yang menarik kaki ku tuk
melangkah
Atau sapa hangatnya kah yang meneguhkan hatiku.
Dibawah rindangnya daun yang menutup panasnya
terik matahari
Aku seperti mengenal suara itu
Tak terasa asing bagiku
Suara itulah yang telah membuatku berada disini
saat ini
Suara ringan tanpa beban itu yang mampu kuatkan
langkahku
Kucari dan terus kucari dimanakah mahluk indah
ciptaanNya itu
Kutajamkan semua indra ku
Dia…benar dia
Dia telah berada di depan hidungku
Senyuman nya yang hangat menyambutku
Sungguh..terasa menyejukkan hati
Penat dan lelah yang kurasa pun pergi
Sekali lagi waktu tak berpihak kepadaku
Tanpa segan dia pun pisahkan ku dari dirinya
Duhai…mahluk terindah ciptaanNya
Semoga kita bisa berjumpa kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar